Service Detail

PENGELOLAAN DRAINASE​

Pengertian Pengelolaan Drainase

Pengelolaan drainase adalah serangkaian kegiatan yang meliputi perencanaan, pembangunan, pengoperasian, pemeliharaan, dan evaluasi sistem drainase untuk mengendalikan dan mengalirkan kelebihan air, baik air hujan maupun air buangan, dari suatu wilayah agar tidak menimbulkan genangan atau dampak negatif lainnya. Sistem drainase ini dapat berupa saluran alami (sungai, selokan) maupun buatan manusia (gorong-gorong, parit, pipa precast).

Drainase

Tujuan Pengelolaan Drainase

Pengelolaan drainase memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:

  • Mencegah Genangan Air
  • Mengendalikan Banjir
  • Menjaga Kesehatan Lingkungan
  • Melindungi Infrastruktur
  • Meningkatkan Kualitas Hidup
  • Mendukung Pembangunan Berkelanjutan

Proses Pengerjaan Sistem Drainase

Proses ini terbagi menjadi tiga tahap utama, yaitu:

  1. Perencanaan

Tahap ini meliputi survei lokasi, analisis data (curah hujan, topografi), dan desain jaringan saluran untuk menentukan dimensi dan tata letak yang tepat.

  1. Pelaksanaan (Konstruksi)

Tahap ini adalah pengerjaan fisik di lapangan, mulai dari penggalian tanah, pemasangan pondasi dan saluran (bisa beton, pipa, atau batu kali), hingga penimbunan kembali area yang telah digali.

  1. Pengujian dan Pemeliharaan

Tahap akhir ini memastikan sistem berfungsi baik melalui uji coba aliran air. Lalu dilanjutkan dengan pemeliharaan rutin untuk membersihkan sampah dan lumpur agar saluran tidak tersumbat.

 

Implementasi Pengelolaan Drainase

Pengelolaan drainase sangat relevan dan terlihat implementasinya dalam kehidupan kita sehari-hari, baik yang skala besar maupun kecil. Berikut beberapa contohnya:

Anda pasti sering melihat parit atau selokan di sepanjang jalan perumahan/kawasan. Ini adalah bagian dari sistem drainase yang berfungsi mengalirkan air hujan dari masing-masing kaveling dan jalan ke saluran yang lebih besar.

Saat melintasi jalan raya, seringkali ada gorong-gorong (pipa besar) di bawahnya yang memungkinkan air mengalir dari satu sisi jalan ke sisi lainnya tanpa menghambat lalu lintas.

Dalam sebuah perumahan atau kawasan, terdapat sumur resapan atau lubang biopori. Ini adalah upaya drainase lokal untuk membantu air hujan meresap ke dalam tanah, mengurangi beban saluran drainase umum, dan menambah cadangan air tanah.

Pemeliharaan sistem drainase dapat dilakukan dengan membersihkan secara rutin saluran/drainase dari sampah dan endapan lumpur agar dapat menampung volume air sesuai yang direncanakan.

Ketika membangun rumah atau jalan, perhatikan kemiringan tanah. Desain yang tepat akan mengarahkan air secara alami ke saluran drainase, mencegah genangan di area bangunan serta dapat mencegah terjadinya longsor.

Petani membuat parit-parit di sawah atau kebun mereka untuk mengalirkan kelebihan air saat musim hujan dan juga untuk mengatur irigasi yang akan dimanfaatkan untuk lahan pertanian.